• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
31 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Terpuruk Akibat Kasus Sambo, Habib Syakur: Polri Harus Berbenah Diri

by Ruang Politik
in Kilas Update
446 9
0
Berseragam lengkap, Kadiv Propam Nonaktif Irjen Ferdy Sambo sampai di Bareskrim Mabes Polri/Ist.

Berseragam lengkap, Kadiv Propam Nonaktif Irjen Ferdy Sambo sampai di Bareskrim Mabes Polri/Ist.

487
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengaku sangat prihatin terhadap keadaan Polri saat ini yang terpuruk akibat kasus Ferdy Sambo.

Menurut dia, semestinya dalam kasus Ferdy Sambo itu Polri secara institusional jangan selalu dipersalahkan.

RelatedPosts

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan Dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

“Adapun yang sejatinya menyalahkan institusi Polri hingga berniat menggoyang posisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah kelompok oposisi,” kata Habib Syakur kepada RuPol, Kamis (1/9/2022).

Dia mengatakan para oposan pemerintah itu memandang bahwa Polri adalah satu-satunya kekuatan pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin. Padahal selain Polri, kekuatan pemerintah sejatinya adalah rakyat Indonesia, termasuk TNI.

Berita Terkait:
Kuasa Hukum: Putri Candrawathi Bakal Kooperatif dalam Pemeriksaan Hari Ini

Putri Candrawathi Tidak Ditahan Meski Berstatus Tersangka, Polri Ungkap 3 Alasan

Kasus Ferdy Sambo Momentum Tepat Lakukan Reformasi SDM Polri

Di MKD, Mahfud tidak mau sebut nama anggota DPR yang dihubungi Fredy Sambo

Menurutnya, kalang-kabut Polri dengan masalah Ferdy Sambo ini adalah bentuk kecintaan Tuhan, Allah SWT yang membukakan aib di tubuh Polri, yakni kelompok Sambo yang tidak sepenuh hati mengabdi pada negara.

“Jadi, harus dilihat bahwa di situlah Polri mendapatkan ridho dan berkah Tuhan, aib dibuka dan dihilangkan, sehingga Polri seperti lahir kembali sebagai bayi yang bersih. Bekerja dari nol lagi,” katanya.

Untuk bisa menjadi bayi yang terlahir kembali dengan bersih, Habib Syakur menyebutkan sejumlah syarat yang harus dilakukan Polri.

Pertama, Polri harus berbenah secara struktural. Setiap anggota Polri harus memahami dan menyadari tugasnya sebagai abdi negara yang diridai Allah SWT.

“Polri harus berbenah secara struktural. Seperti misalnya satu per satu anggota Polri disemangati lagi, bahwa kejadian Ferdy Sambo ini kejadian luar biasa. Di mana dosa-dosa besar oknum Polri itu terbongkar. Setelah itu Polri akan lahir seperti bayi, bekerja dari titik nol dengan dibukakan dosanya,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan agar Polri bisa terlahir kembali sebagai institusi yang bersih. Maka semua anggota polri harus menyadari amanat Tuhan yang mereka emban.

“Tinggal sekarang oknum Polri menyadari apa tidak? Tingkatan perwira menengah sampai jenderal kan tidak gampang. Bintang (pangkat) itu Allah SWT yang memberi. Polri disucikan sama Allah SWT, semua dosa diperlihatkan sehingga menjadi institusi yang bersih,” tegasnya.

Di sisi lain, Habib Syakur mengatakan bahwa keberadaan institusi Polri tetap diperlukan dan harus diperkuat. Termasuk penguatan terhadap personel yang baik, serta membersihkan yang tidak baik.

“Sebab apa jadinya kalau negara tanpa Polri, akan bahaya. Bisa jadi negara yang barbar kita. Bisa jadi negara dengan hukum rimba. Itulah makanya Polri harus dibersihkan agar tegak lurus dalam menjalankan amanah dari Tuhan,” jelasnya.

Bagi Habib Syakur, yang sebenarnya menarik adalah adanya upaya menduduki Polri oleh pihak-pihak ataupun kelompok yang ingin mengubah ideologi bangsa, serta pihak yang membawa-bawa politik identitas dengan menunggangi kasus Sambo.

“Mereka menarasikan bahwa kasus Ferdy Sambo adalah balasan Tuhan dari kasus kematian anggota laskar FPI di KM 50. Padahal, kasus KM 50 sudah selesai dan tak bisa dikait-kaitkan lagi. Kalau mau mengatakan Ferdy Sambo balasan dari KM 50 saya rasa tidak tepat, KM 50 kan sudah selesai. Yang ada dari pihak yang menyuarakan itu justru ingin agar Polri dihancurkan. Inilah yang tidak benar,” bebernya.

Habib Syakur mengapresiasi Presiden Jokowi yang menugaskan Menko Polhukam Prof. Mahfud MD yang sepenuh hati melindungi institusi Polri, bahkan berjibaku mempertahankan Polri.

“Jadi dalam kesederhanaan Prof. Mahfud sudah jelas, Polri dan pemerintah pasti ada oknum yang buruk dan ada yang bersih. Prof. Mahfud berjasa membuang yang buruk dan mengangkat yang baik. Prof. Mahfud menjaga Polri agar bersih dan diridhoi Allah SWT,” ujarnya.

Dia pun menilai Kapolri Jenderal Sigit dan seluruh anggota Polri harus berterima kasih kepada Prof. Mahfud MD dan lebih besar lagi kepada Presiden Jokowi. Berkat ketulusan dan pengabdian kepada negara, institusi Polri akhirnya bisa dibersihkan. Masyarakat pun diharap terus memantau proses kasus Ferdy Sambo. (DAR)

Editor: Zulfa Simatur
(RuPol)

Tags: Irjen SamboRuang PolitikRuangPolitik
Previous Post

Tokoh Nasional Albert Hasibuan Meninggal Dunia

Next Post

Survei SMRC, Ketum PRIMA Berhasil Menembus Deretan Kandidat Capres 2024

Ruang Politik

Next Post
Survei SMRC, Ketum PRIMA Berhasil Menembus Deretan Kandidat Capres 2024

Survei SMRC, Ketum PRIMA Berhasil Menembus Deretan Kandidat Capres 2024

Recommended

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

4 jam ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

22 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive