Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Wakil Ketua LPSK: Kasus Ferdy Sambo Sejak Awal Janggal, Jadi Autopsi untuk Apa?

by Ruang Politik
in Kilas Update
428 23
0
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu/Ist

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu/Ist

482
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengaku sejak awal telah mencium kejanggalan di dalam kasus kematian Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo.

“Melihat peristiwa Duren III itu, sejak awal sudah mengendus ada yang janggal, ada yang ganjil,” kata Edwin Partogi.

RelatedPosts

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan UHC Awards 2026

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Kejanggalan yang dirasakan oleh Edwin Partogi itu bermula dari dua laporan yang dilayangkan kepada terlapor mendiang Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Dua laporan tersebut yaitu laporan terkait dugaan pelecehan yang dialami oleh Putri Candrawathi, dan laporan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E.

“Kenapa kematian, pembunuhan terhadap mendiang Yosua tidak dilakukan pengusutan? Kenapa polisi berinisiatif membuat laporan untuk laporan percobaan pembunuhan, tetapi tidak ada inisiatif untuk membuat laporan tentang pembunuhan terhadap mendiang Yosua,” ujarnya.

Berita Terkait:
Telisik Fakta Detik-Detik Brigadir J Sebelum Ditembak, Polri: Ferdy Sambo Menyuruh…

Mahfud Md: Saya Ragukan Istri Ferdy Sambo Alami Pelecehan Seksual

Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Dugaan Pelecehan Terhadap Istri Ferdy Sambo

Kasus Ferdy Sambo, Momentum Penting Rebut Polri dari Tangan Mafia

Edwin Partogi juga merasa kejanggalan pada saat dilakukannya autopsi terhadap Brigadir J, menurutnya, jika memang Nofriansyah Yosua Hutabarat melakukan tindak kejahatan tidak perlu dilakukan autopsi.

“Yang juga menarik, ketika ada yang meninggal dibunuh kemudian dilakukan autopsi. Kalau dia pelaku untuk apa dilakukan autopsi,” kata Edwin.

Menurutnya, autopsi biasanya dilakukan untuk menemukan penyebab dari kematian seseorang dan merupakan perintah hukum atau permintaan dari penyidik. Perintah penyidik juga harus didasari dari laporan polisi atau proses lidik.

“Laporan polisinya atas kematian itu tidak ada, tapi kok dilakukan autopsi. Jadi autopsi itu untuk keperluan apa,” ujarnya dilansir RuPol dari kanal YouTube Uya Kuya TV.

Merasa ada kejanggalan dalam kasus tersebut, LPSK mengambil langkah lebih lanjut untuk mendalami berbagai informasi dari pihak-pihak yang berkompeten dan kredibel.

Dalam mendalami informasi, Wakil Ketua LPSK mengatakan bahwa pihaknya menemukan fakta-fakta yang berbeda dari keterangan yang diberikan sebelumnya.

Sebelumnya, diinformasikan bahwa Bharada E merupakan sniper yang mahir dalam menembak, namun fakta baru yang ditemukan oleh LPSK justru sebaliknya.

“Jadi waktu kami dalami, ternyata menemukan fakta Bharada E ini tidak jago menembak, biasa aja,” tukasnya.

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Brigadir JKasus penembakanLPSKRuang PolitikWakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu
Previous Post

Tegas! Kader PPP Minta Suharso Monoarfa Mundur dari Posisi ketum

Next Post

AJI: Cabut 19 Pasal RKUHP Ancaman Kebebasan Pers

Ruang Politik

Next Post
Ilustrasi kebebasan Pers/Repro Ist

AJI: Cabut 19 Pasal RKUHP Ancaman Kebebasan Pers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election