RUANGPOLITIK.COM-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta agar Komisi VI DPR menyelidiki soal investasi Telkom di saham Gojek-Tokopedia (GoTo), yang diduga bermasalah. Khususnya soal motif dari investasi tersebut.
“Komisi VI DPR RI harus serius dalam mengusut apa sebenarnya motif dari investasi triliunan tersebut, ditambah lagi hubungan antara Mentri BUMN dengan Komisaris Utama PT. Gojek-Tokopedia yang tak bisa dilepas dari investasi tersebut,” ujar Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI Vidiel Tania Pratama, dalam tayangan yotubenya yang dikutip RuPol, Jumat (24/6/2022).
Vidiel menyayangkan investasi yang dilakukan oleh Telkomsel. Seharusnya, Telkomsel fokus pada tekonogi dan pemerataan jaringan internet.
“Situasi ini sangat disayangkan bisa terjadi, harusnya, Telkomsel fokus terhadap kedaulatan teknologi yang belum merata seperti permasalahan jaringan internet bahkan jaringan seluler yang tidak ada sama sekali di beberapa daerah,” tuturnya.
“Situasi ini sangat disayangkan bisa terjadi, harusnya, Telkomsel fokus terhadap kedaulatan teknologi yang belum merata seperti permasalahan jaringan internet bahkan jaringan seluler yang tidak ada sama sekali di beberapa daerah,” jelasnya.
Berita Terkait:
DPR Bakal Bikin Pansus Investasi Telkomsel ke GoTo
Saham GoTo Bangkit, GET One: Puji Erick Thohir Donk!
Terkait Saham Telkomsel di GoTo, GET One: Itu Bisnis, Jangan Giring ke Politik
Sindir Erick Thohir, GET One: Masinton Kalau Kritik Yang Cerdas dan Substansi!
“Banyak daerah-daerah yang belum tersentuh jaringan internet bahkan jaringan seluler, jangan hanya melihat bisnis dan keuntungan semata sehingga lalai dengan hak-hak setiap Warga Negara Indonesia,” katanya.
Investasi senilai Rp 6,3 triliun dianggap tidak sedikit. Uang itu seharusnya digunakan untuk memperbaiki jaringan seluler di Indonesia.
“Ada baiknya uang sebesar itu dipergunakan untuk perbaikan jaringan seluler di daerah-daerah yang belum merata sehingga masyarakat bisa merasakan apa yang disebut dengan Transformasi Digital, apalagi saat ini banyak aktivitas sosial, aktivitas usaha, aktivitas pendidikan dan aktivitas-aktivitas lainnya berhubungan dengan digital yang membutuhkan jaringan internet yang baik,” terangnyanya. (ASY)
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)