Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat: Manuver Cerdas Muhaimin Buat Kandidat Non Partai Gigit Jari

by ruang politik
in Nasional
434 9
0
Kandidat Non Partai

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bersama para Ketum Koalisi KIB/ RuPol

474
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Wacana akan bergabungnya PKB dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan membuat munculnya poros besar pada pilpres mendatang.
Jika kemudian poros itu mengusung kandidat internal partai, seperti Airlangga Hartarto berpasangan Muhaimin Iskandar, maka akan membuat para kandidat non partai politik menjadi kehilangan peluang dalam mengikuti konstetasi pilpres mendatang.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar membuka peluang untuk bergabung dalam KIB yang berisikan Golkar, PAN dan PPP.
Walau meminta syarat menjadi capres dari gabungan koalisi tersebut, namun pernyataan Muhaimin itu mendapat sambutan positif dari pengamat.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

“Kalau memang jadi bergabung, untuk posisi capres dan cawapres tentunya bisa melalui pembicaraan lagi. Tapi koalisi gabungan (dengan PKB) tersebut akan membuat peta politik nasional berubah, karena munculnya poros dengan kekuatan yang dahsyat,” ujar Pengamat Politik Citra Institute Efriza, melalui keterangan tertulis kepada RuPol, Minggu (22/5/2022).

Efriza juga melihat pernyataan Muhaimin tersebut, menunjukan kematangannya dalam berpolitik. Muhaimin memberi sinyal kuat, bahwa dia masih memiliki berbagai opsi dalam menghadapi konstetasi pilpres mendatang.

“Secara politis, Cak Imin (Muhaimin Iskandar) mendapat tekanan yang kuat akhir-akhir ini. Baik masalah elektabilitas yang belum membaik, kemudian tekanan dari PBNU dan mungkin juga internal PKB, namun dia terus menggeliat. Sebagai ketum partai, dia membuktikan dia memiliki ‘kekuasaan’ yang tidak dimiliki lawan-lawan politiknya. Berbagai opsi terus keluar dari Cak Imin, seperti berpasangan dengan Prabowo dan saat ini bergabung dengan KIB,” terang Efriza lagi.

Pernyataan Muhaimin membuka peluang bergabung dengan KIB itu, menurut Efriza bukan hanya sekadar pernyataan sepintas, tapi sangat mungkin itu adalah pancingan kepada KIB untuk segera membuka komunikasi dengan PKB.

Berita terkait:
PKB Gabung Koalisi KIB, Pengamat: Akan Jadi Kekuatan Yang Dahsyat

Arogansi Muhaimin Bisa Membuat PKB Kehilangan Simpati Nahdliyin

Sholeh Basyari: Posisi Muhaimin Semakin Sulit, Coba Cari Kambing Hitam

Bicara Muhaimin, Yenny Wahid: Gus Dur Saja Dia Khianati, Apalagi Rakyat

Kandidat Non Parpol Gigit Jari

Wacana bergabungnya PKB dengan koalisi KIB tersebut, juga membuat peta dukungan untuk capres akan semakin menarik.
Kalau saja gabungan koalisi tersebut sepakat mengusung capres dan cawapres internal, seperti Airlangga-Muhaimin, maka potensi untuk kandidat non parpol akan semakin tertutup.

“Dengan bergabungnya PKB ke KIB, maka kekuatan mereka menjadi 206 kursi hampir 36 persen. Dan seperti yang kita cermati selama ini, 4 partai ini termasuk partai-partai yang menjadi incaran kandidat non partai,” kata Efriza yang juga Dosen Ilmu Politik di berbagai perguruan tinggi ini.

Lanjut Efriza, PDIP dan Gerindra sepertinya akan mengusung kader sendiri pada pilpres mendatang. Hal tersebut membuat pilpres 2024 mendatang tetap akan menjadi ajang para ketum partai.

“Tentunya kandidat non partai seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Erick Thohir dan nama-nama lain itu bisa gigit jari. Tidak ada lagi partai politik yang akan mengusung mereka,” sambungnya.

Walaupun memiliki elektabilitas yang tinggi, para kandidat non parpol tersebut tetap tidak memiliki peluang untuk ikut konstetasi pilpres.

“Kalau saya melihat, hanya satu orang kandidat non partai itu yang akan bisa ikut bertarung, yaitu antara Anies dan Ganjar. Sisanya hanya bisa berharap posisi cawapres, tapi itupun sebenarnya sulit, karena jika posisi capres dari luar partai, pasti posisi cawapres tetap dari partai,” imbuh Efriza.

Namun di luar semua prediksi tersebut, Efriza kembali menegaskan manuver Muhaimin Iskandar yang penuh kematangan tersebut.

“Jujur saja, saya kagum melihat manuver-manuver Cak Imin itu, penuh perhitungan dan bisa membuat orang-orang yang berseberangan dengannya mati kutu. Tidak heran Cak Imin bisa bertahan menjadi ketum partai sampai 17 tahu,” pungkasnya. (ASY)

Editor: Asiyah Lestari
(RuPol)

FDJ Baby Sharon Luncurkan Lagu Baru Berjudul Kelakuan Kaya Bandot

Tags: Koalisi Indonesia BersatuManuver MuhaiminMuhaimin Capres KoalisiMuhaimin Gabung KIBPKB gabung KIBRuang PolitikRuangPolitik
Previous Post

PKB Gabung KIB, Pengamat: Akan Jadi Kekuatan Yang Dahsyat

Next Post

Aturan Baru, Nama di KTP Tidak Boleh Satu Kata

ruang politik

Next Post
Aturan Baru

Aturan Baru, Nama di KTP Tidak Boleh Satu Kata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election