• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Fahri Soal Presidential Threshold: Capres 2024 Diimingi Tiket Palsu oleh Oligarki

by Ruang Politik
in Nasional
430 9
0
Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah/Ist

Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah/Ist

469
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengkritik aturan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden yang masih berlaku dalam Pilpres 2024.

Menurutnya, para capres 2024 semestinya berani mengupayakan agar ketentuan tersebut dihapus. “Seharusnya para capres mengupayakan agar aturan 20% ambang batas pencalonan presiden dihapuskan,” kata Fahri kepada wartawan, Minggu (1/5/2022).

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Fahri berpandangan, para capres tersebut bisa dianggap mempunyai harga diri jika menolak aturan presidential threshold 20 kursi DPR RI atau 25 persen suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya tersebut.

Para capres juga bisa dianggap punya harga diri dan layak didukung kalau mereka menolak tiket kedaluwarsa untuk dijadikan tiket Pilpres 2024.

Berita Terkait:
Persaingan Sengit Capres 2024, Burhanuddin Muhtadi: Ada Tiga Nama Teratas

Survey SMRC: Orientasi Pemilih Indonesia Cenderung Ke Nasionalis

Survei CSIIS Capres 2024, Khofifah Paling Banyak Dipilih Warga NU

Survey CSIIS: Suara PKB Tergerus di Kalangan Nahdliyin

“Capres yang meminta dukungan partai lain dan mengikuti aturan 20% presidential threshold diibaratkan mengemis tiket palsu. Hal ini juga menjadikan para capres terlihat tidak memiliki kualifikasi. Ikut-ikutan mengemis tiket palsu membuat mereka nampak tidak punya kualifikasi sama sekali,” tuturnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menilai bahwa presidential threshold semakin melanggengkan oligarki politik sekelompok elite. Sayangnya, para kandidat capres hari ini belum menyadari bahwa mereka hanya diiming-imingi tiket pilpres palsu.

“Di akhir Ramadhan, para capres belum sadar juga bahwa mereka tidak punya tiket dan mereka diiming-imingi tiket palsu oleh oligarki!” tegasnya.

Fahri menjelaskan bahwa dalam konteks presidential threshold, selain lebih memperkuat peran oligarki politik sekelompok elite, juga telah mengabaikan keterwakilan rakyat Indonesia dari berbagai daerah.

“Aturan ambang batas untuk capres hanya mempersempit peluang munculnya capres alternatif dari yang sudah dikenal selama ini.” Apalagi, sambung Fahri, capres yang ditawarkan partai politik di parlemen, bukanlah sosok yang memiliki ide untuk membangun bangsa.

“Nanti kita bicara tentang capres yang bukan ide lagi yang dijual, (tapi) menawarkan bahwa saya punya uang dan saya punya bohir (pemodal). Kira-kira begitu yang sekarang terjadi,” tutupnya. (BJP)

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Capres 2024Fahri HamzahPartai GeloraPemilu 2024Pilpres 2024Ruang Politik
Previous Post

Alhamdulillah, Pasukan Gabungan Berhasil Tangkap Pembunuh Prajurit TNI

Next Post

Polisi Beri Peringatan: Hati-hati Mudik Lewat Tol Cisumdawu

Ruang Politik

Next Post
Tol Cisumdawu sudah dapat dilintasi oleh para pemudik/Ist

Polisi Beri Peringatan: Hati-hati Mudik Lewat Tol Cisumdawu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

15 jam ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

15 jam ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

1 hari ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

1 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive