RUANGPOLITIK.COM – Penyandang disabilitas di Indonesia masih banyak yang tidak dianggap, tersisihkan dan banyak hal lainnya. Namun, belakangan eksistensi para penyandang disabilitas pun makin bersinar.
Ini terlihat dari penyandang disabilitas yang mulai menjadi bagian dari partai politik. Salah satunya seperti Sikdam Hasim Gayo. Pria kelahiran Padang Sidempuan ini lahir secara normal.
Namun, ketika usianya 21 tahun, sebuah kecelakaan seakan mengubur berbagai mimpi-mimpi besar yang dimilikinya. Dalam pembekalan Calon Legislatif PPP, Sikdam bercerita hingga menjadi dirinya seperti saat ini.
Sikdam mengatakan 13 tahun lalu dirinya kehilangan penglihatan dan membuatnya menjadi seorang tunanetra, padahal dia terlahir normal. Dia mengatakan, kecelakaanlah yang merenggut penglihatannya dan itu adalah musibah serta bencana besar bagi diri Sikdam.
“13 tahun lalu, Allah mengambil penglihatan saya lewat sebuh kecelakaan. Saya bilang sama Allah, menjadi buta adalah musibah dan bencana besar,” ungkapnya dengan semangat.

Namun, meski mengalami kebutaan dan sempat depresi, pria berusia 34 tahun itu mengaku dirinya bangga sebagai tunanetra. Bahkan dirinya mengatakan, menjadi tunanetra saat ini adalah berkah yang luar biasa.
“Saya bangga menjadi tunanetra dan ini adalah berkah luar biasa. Kenapa? Karena lewat tunanetra saya bisa mengejar mimpi saya satu persatu. Dengan ini saya bisa bahagiakan keluarga, hal yang tidak pernah diimpikan terwujud, dan saya bisa harumkan nama bangsa di forum internasional,” aku Sikdam.
Meski begitu, ada sedikit kekecewaan di hati Sikdam sebagai penyandang disabilitas. Dia sedih, lebih dari dua juta penyandang disabilitas, mayoritasnya terdiskriminasi dari berbagai hal.
“Bapak, ibu tau tidak, di Indonesia adal lebih dua juta penyandang disabilitas. Mayoritas mereka terdiskriminasi dari pendidikan, pekerjaan yang layak, aksesibilitas, dan lainnya,” ucap Sikdam.
Pendiri Disability Youth Center Indonesia ini mengaku, akan memperjuangkan para disabilitas melalui partai.
“Partai PPP ini memiliki persamaan inklusif dan ramah disabilitas. PPP juga menjadi partai yang memiliki caleg disabilitas terbanyak di Indonesia,” kata Sikdam.
Sebelum di PPP, Sikdam pada Juni 2013, Sikdam dipercayakan sebagai penerjemah sekaligus peserta di acara Young Voices Regional Meeting di Jakarta. Sebuah pertemuan anak-anak muda penyandang disabilitas dari wilayah Asia Selatan dan Asia Pasifik.
Di tahun yang sama, Oktober 2013, Sikdam diutus oleh pengurus National Coordinator of Young Voices Indonesia mewakili Indonesia dalam kegiatan Global Meeting of Young Voices di Nairobi, Kenya, Afrika dengan peserta para penyandang disabilitas muda dari seluruh dunia
Selain mengajar, Sikdam bersama sejumlah rekannya di tahun 2013 mendirikan komunitas Disabilities Youth Centre yang fokus membela dan memperjuangkan hak-hak para penyandang disabilitas di bidang pendidikan, pekerjaan, akses, kesehatan, dan layanan publik.
Editor: M. R. Oktavia
(Rupol)