Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Tahanan KPK Diduga Kuat Bayar Pungli hingga Puluhan Juta Per Bulan

by Ruang Politik
in Nasional
432 13
0
Tahanan KPK Diduga Kuat Bayar Pungli hingga Puluhan Juta Per Bulan/Dok. KPK
477
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nurul Ghufron menjelaskan dengan membayar pungli, tahanan juga diduga mendapatkan keringanan untuk tidak melakukan kerja bakti di dalam rutan seperti membersihkan kloset dan sejenisnya.

RUANGPOLITIK.COM —Para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK diduga membayar pungutan liar (pungli) hingga puluhan juta per bulan.

Pungli itu dibayar para tahanan kepada pegawai KPK agar mendapat sejumlah kemudahan, seperti memegang handphone hingga mendapat makanan dan minuman tambahan dari keluarga.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

“Itu punglinya biasanya berkaitan dengan akses untuk memegang handphone, kemudian akses untuk mendapatkan makanan minuman tambahan dari keluarga,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron seusai diskusi “Badai di KPK: Dari Korupsi, Pencabulan, hingga Perselingkuhan” yang digelar di Gedung The East, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (13/7/2023).

Nurul Ghufron menjelaskan dengan membayar pungli, tahanan juga diduga mendapatkan keringanan untuk tidak melakukan kerja bakti di dalam rutan seperti membersihkan kloset dan sejenisnya.

“Itu tidak diperintah-perintah untuk melakukan kerja-kerja misalnya membersihkan kloset dan lain-lain,” imbuhnya.

Ghufron menyebut para tahanan diduga menyetorkan uang kepada pegawai KPK dengan nominal sekitar Rp 2 juta hingga puluhan juta rupiah per bulannya.

Ia menambahkan proses penyetoran uang pungli tidak langsung ditransfer ke pegawai KPK. Uang itu ditransfer ke pihak di luar KPK yang menampung uang pungli dan baru masuk ke pegawai KPK.

“Jadi mereka menyetor melalui rekening di luar insan KPK. Dari luar itu, keluar lagi, keluar lagi, baru masuk ke insan KPK. Jadi ada tiga layer,” jelasnya.

Seperti diketahui, KPK kini tengah diterpa berbagai skandal yang para terduga pelakunya berasal dari internalnya sendiri. Skandal di internal tersebut kini tengah ditangani lebih lanjut oleh KPK.

Deretan skandal KPK yang terjadi mulai dari praktik pungutan liar di rumah tahanan negara (rutan), perbuatan asusila terhadap istri tahanan, hingga penyelewengan uang dinas ke luar kota. Skandal tersebut diungkap ke publik dalam tempo waktu yang berdekatan satu sama lain.

Skandal praktik pungli di Rutan KPK diungkapkan ke publik oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Dewas KPK kemudian meminta agar pimpinan KPK menindaklanjuti praktik pungli tersebut. Sementara itu, KPK mengakui praktik pungli tersebut pertama terjadi di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih, Jakarta.

Anggota Dewas KPK, Albertina Ho menyampaikan nominal pungli menyentuh Rp 4 miliar dalam periode waktu Desember 2021 sampai Maret 2022.

Angka tersebut merupakan temuan sementara, dan bisa saja bertambah di waktu berikutnya. Sementara itu, anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris menyebut praktik pungli tersebut diduga melibatkan puluhan pegawai.

Di lain sisi, KPK juga telah menyampaikan permintaan maaf ke publik atas terjadinya praktik pungli di rutan yang dikelolanya. KPK juga telah mengambil sejumlah langkah dalam rangka proses pengusutan praktik pungli di rutan, di antaranya pembentukan tim khusus, rotasi pegawai, hingga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: KPKPungli
Previous Post

Medsos Jadi Pemicu Utama 2.800 Gugatan Cerai di Surabaya

Next Post

Menjahit Bendera Merah Putih, Ikut Diculik dan Lantunan Al-Qur’an yang Menggugah

Ruang Politik

Next Post
Fatmawati dan Presiden Soekarno. /Ist

Menjahit Bendera Merah Putih, Ikut Diculik dan Lantunan Al-Qur'an yang Menggugah

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

2 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election