Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

TNI AL Ambil Langkah Tegas Kirim Kapal Perang ke Laut Natuna Hadapi China

by Rupol
in Kilas Update
435 23
0
490
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM— Kapal-kapal China dikabarkan berseliweran di Laut Natuna. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Julius Widjojono memastikan Laut Natuna dalam keadaan kondusif. TNI AL merespons hal tersebut dengan mengirim kapal perang.

Dilansir Reuters, Sabtu (14/1/2023), kapal China itu bernama CCG 5901. Kapal tersebut berlayar dekat ladang gas Blok Tuna dan ladang minyak dan gas Chim Sao Vietnam sejak 30 Desember.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) TNI Laksamana Muhammad Ali mengatakan pihaknya telah mengirim kapal perang ke laut Natuna. Selain itu, pesawat patroli maritim dan drone juga dikerahkan.

“Kapal China itu tidak melakukan aktivitas yang mencurigakan,” kata Ali seperti dilansir Reuters.

“Namun perlu kita pantau karena sudah lama berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia,” lanjutnya.

RelatedPosts

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

“Kehadiran kapal kapal asing baik kapal niaga ataupun kapal pemerintah negara saing yang melintas, prosentase kepadatan kapal maupun alur pelayaran yang digunakan dalam kondisi stabil, hal itu tandanya bahwa keamanan dan kepercayaan internasional tetap terjaga, bahwa Laut Natuna Utara dalam kadaan kondusif,” kata Julius kepada detikcom, Minggu (15/1/2023).

Julius menuturkan kapal-kapal asing yang melintas di Laut Natuna selalu ada sebab melaksanan lintas damai di perauan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE). Julius mengatakan jika kapal-kapal yang melintas itu melakukan pelanggaran, maka TNI AL tidak akan segan menindak tegas sesuai aturan.

“Mengenai kehadiran kapal-kapal pemerintah negara asing selalu ada dan mereka melaksanakan Lintas Damai /Freedom Navigation di perairan ZEE Indonesia. Penindakan hukum di perairan tersebut terus dilaksanakan, jika memang ada yang terbukti melakukan pelanggaran pasti akan dilakukan penindakan sesuai dengan perundang undangan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Julius menyampaikan kewaspadaan terhadap kerawanan juga akan bertambah mengingat cuaca di Laut Natuna tengah mengalami angin kencang dan gelombang tinggi. Dia menyebut TNI AL setiap tahunnya selalu menggelar operasi dengan mengerahkan empat kapal perang untuk melakukan pengamanan di Laut Natuna.

Kami sampaikan kondisi cuaca saat ini di sekitar perairan Laut Natuna Utara terjadi angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga kewaspadaan terhadap terjadinya kerawanan juga akan bertambah. TNI AL sepanjang tahun menggelar operasi dengan menggerakkan minimal 4 KRI untuk melaksanakan pengamanan, penegakan hukum dan kedaulatan di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Juru bicara kedutaan China di Jakarta tidak bersedia dimintai komentar terkait hal ini.

Pada tahun 2021, kapal-kapal dari Indonesia dan China saling mengawasi selama berbulan-bulan di dekat anjungan minyak di blok Tuna. China meminta Indonesia untuk segera menghentikan pengeboran, dengan mengatakan aktivitas tersebut berada di wilayah China.

Indonesia menyebut Laut China Selatan merupakan bagian dari zona ekonomi eksklusif. Wilayah tersebut dinamai Laut Natuna Utara pada 2017. China menolak hal ini. China mengklaim Laut China Selatan bagian dari wilayah maritimnya.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

Tags: Kapal ChinaKapal Perang IndonesiaLaut NatunaTNI AL
Previous Post

Bogor Diguncang Gempa Magnitude 5 SR

Next Post

PM Malaysia Anwar Ibrahim Janji Tuntaskan TKI di Malaysia Tempo 3 Bulan

Rupol

Next Post
PM Malaysia Anwar Ibrahim Janji Tuntaskan TKI di Malaysia Tempo 3 Bulan

PM Malaysia Anwar Ibrahim Janji Tuntaskan TKI di Malaysia Tempo 3 Bulan

Recommended

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

20 jam ago
Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

3 bulan ago

Popular

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

1 bulan ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

2 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

20 jam ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election