RUANGPOLITIK.COM — Gempa Tonga bermagnitudo 7,1 melanda laut lepas negara itu pda Jumat (11/11/2022) malam, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Gempa ini juga memicu peringatan tsunami.
Menurut USGS, kedalaman pusat gempa Tonga adalah 10 km, berlokasi di sekitar 200 km tenggara Neiafu, kota di timur laut negara kepulauan Pasifik tersebut.
Sebelumnya, Tonga sempat diterjang tsunami pada 15 Januari 2022 setelah terjadi letusan gunung berapi raksasa di bawah laut Pasifik.
Peringatan tsunami saat itu awalnya muncul di beberapa negara akibat letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai, termasuk Tonga dan Selandia Baru.
Di Tonga, gelombang tsunami menyapu wilayah pesisir dan menerjang beberapa rumah sebagaimana dilansir BBC.
Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai kala itu terdengar hingga Pasifik Selatan, Selandia Baru, dan Australia.
Ibu kota Tonga, Nuku’alofa terletak hanya 65 kilometer di sebelah utara gunung berapi tersebut.
CNN melaporkan, letusan Gunung Berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai menimbulkan suara yang dahsyat dan memuntahkan abu ke udara.
Menurut USGS, kedalaman pusat gempa Tonga adalah 10 km, berlokasi di sekitar 200 km tenggara Neiafu, kota di timur laut negara kepulauan Pasifik tersebut.
Peringatan tsunami saat itu awalnya muncul di beberapa negara akibat letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai, termasuk Tonga dan Selandia Baru.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa gempa itu terjadi di sekitar 207 kilometer di tenggara Neiafu, Tonga.
Menurut USGS, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) pun mengeluarkan peringatan tsunami menyusul laporan dari USGS tersebut.
Diberitakan Reuters, PTWC melaporkan gelombang tsunami yang berbahaya akibat gempa kemungkinan terjadi di jarak 300 kilometer dari pusat gempa di sepanjang pantai Niue dan Tonga.
Layanan meteorologi Tonga lantas memperingatkan penduduk untuk segera menyelamatkan diri.
“Peringatan tsunami mendesak sekarang berlaku untuk seluruh wilayah Tonga akibat gempa kuat yang dirasakan malam ini. Harap segera pindah ke daratan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan mereka.
Pada Januari lalu, letusan gunung api Hunga Tonga-Hunga Ha’apai memicu tsunami yang menghancurkan desa dan resor.
Tsunami itu juga memutus komunikasi wilayah yang berpenduduk sekitar 105.000 orang tersebut. Sedikitnya tiga orang tewas akibat tsunami itu.
Editor: Ivo Yasmiati