Dari pernyataan yang diberikan, KontraS mengungkapkan jika menemukan fakata mengejutkan yang terjadi di lapangan
RUANGPOLITIK.COM –KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) menemukan fakta tentang Tragedi Kanjuruhan.
Hingga saat ini, sejumlah tim sedang melakukan penyelidikan atas Tragedi Kanjuruhan.
Namun, publik kurang puas dengan hasil yang diungkap oleh tim-tim bentukan pemerintah yang ditugaskan untuk menyelidiki Tragedi Kanjuruhan.
Oleh sebab itu, sejumlah lembaga dan pihak turut menyelidiki kejadian tragis yang menewaskan 132 orang dan ratusan lainnya luka-luka itu.
Salah satu organisasi yang turut menyelidiki Tragedi Kanjuruhan ialah KontraS.
Dari pernyataan yang diberikan, KontraS mengungkapkan jika menemukan fakata mengejutkan yang terjadi di lapangan.
“Tim menemukan fakta pada saat pertengahan babak kedua, terdapat mobilisasi sejumlah pasukan yang membawa gas air mata, padahal diketahui tidak ada ancaman atau potensi gangguan keamanan saat itu,” kata KontraS dikutip RuPol dari akun Twitter miliknya.
Gas air mata diduga menjadi penyebab awal yang membuat ratusam suporter meninggal dunia.
Pasalnya, pihak kepolisian terpantau menembakkan gas air mata ke arah tribune penonton.
Akibat ditembakkannya gas air mata tersebut ke arah tribune penonton, para suporter panik dan berusaha menyelematkan diri.
Namun, dari keterangan para suporter, pintu keluar tribune terkunci dan membuat mereka berdesakan.
Padahal, gas air mata menimbulkan efek yang tidak baik untuk tubuh antara lain perih di mata hingga sesak napas.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)