• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
31 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Ancaman Krisis Pangan Harus Disikapi Serius, BMKG: ‘Masalah Besar’ Indonesia pada 2050

by Ruang Politik
in Kilas Update
427 13
0
Ilustrasi Pangan/Ist

Ilustrasi Pangan/Ist

471
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dwikorita pun meyakini krisis pangan bisa menimpa negara mana pun dengan dampak pada kegagalan hasil panen.

RUANGPOLITIK.COM —Ancaman krisis pangan di berbagai belahan dunia adalah hal yang harus diwaspadai secara serius. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati membeberkan bukti laporan suhu bumi yang semakin panas.

BMKG menyuarakan pesan imbauan terkait ancaman krisis pangan yang sangat mungkin menjadi kenyataan, terlebih dengan suhu bumi yang terus menerus meningkat.

RelatedPosts

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan Dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

Pemko Payakumbuh Perkuat Transfer Keuangan Daerah (TKD)

Angka kenaikan suhu bumi memang terlihat kecil, yakni 1,2 derajat Celsius, tetapi banyak fenomena alam ekstrem yang sudah terjadi di berbagai belahan dunia.

“Suhu atau temperatur bumi secara global sedang naik 1,2 derajat Celsius. Angka dapat dipandang sebagai angka yang kecil, padahal itu adalah angka besar dan mematikan,” ujar Dwikorita Karnawati dikutip Jumat, 7 Juli 2023.

Dwikorita pun meyakini krisis pangan bisa menimpa negara mana pun dengan dampak pada kegagalan hasil panen.

Ketahanan pangan Indonesia, salah satu yang harus disikapi dengan serius dari perubahan iklim ekstrem itu.

Dalam hal ini, Organisasi Pangan Dunia (FAO) sempat memprediksi krisis pangan akan terjadi pada tahun 2050.

Di laporan FAO, krisis pangan akan mudah mendatangi negara-negara mana pun yang tidak memiliki langkah tegas terkait penanganan krisis iklim.

“Jika ketahanan pangan negara-negara di dunia lemah, maka akan terjadi bencana kelaparan akibat jumlah produksi pangan yang terus menurun dan jumlah penduduk dunia semakin meningkat, menembus angka 10 miliar,” ujarnya menambahkan.

Dwikorita juga menyinggung sikap abai yang diperlihatkan kebanyakan masyarakat terkait ancaman perubahan iklim dan krisis pangan itu. Mereka pasti adalah pihak yang percaya sumber daya alam Indonesia masih cukup melimpah untuk terus memproduksi pertanian sepanjang tahun.

Akan tetapi yang terjadi, perubahan iklim global yang tidak diantisipasi akan membuat Indonesia berada dalam masalah besar pada tahun 2050.

Untuk saat ini, Indonesia sudah menelan kerugian ekonomi sebesar Rp544 triliun akibat dampak perubahan iklim, setidaknya sepanjang tahun 2020-2024.

Sedangkan, kerugian ekonomi sebesar Rp281,9 triliun hingga tahun 2024 masih dapat dicegah, jika kebijakan ketahanan iklim menjadi prioritas yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: BMKGKrisis Pangan
Previous Post

Banjir Lahar Dingin Terjang Lumajang, Tiga Orang Meninggal

Next Post

Pemilu 2024, Pemilih Muda Diharapkan Beri Edukasi di Medsos

Ruang Politik

Next Post
Ilustrasi Pemilu 2024/RuPol

Pemilu 2024, Pemilih Muda Diharapkan Beri Edukasi di Medsos

Recommended

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

2 jam ago
Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan Dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan Dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

2 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive