• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
18 - 02 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangTokoh

Hari Kebangkitan Nasional, Ini Profil Cipto Mangunkusumo…

by Ruang Politik
in RuangTokoh
466 35
0
Tjipto Mangoenkoesoemo. /Repro

Tjipto Mangoenkoesoemo. /Repro

536
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Saat masih muda, Cipto Mangunkusumo sudah memperlihatkan kepribadian yang dianggap dewasa, jujur, kritis, dan berpikiran tajam oleh teman-teman serta gurunya saat masih mengenyam pendidikan di STOVIA.

RUANGPOLITIK.COM —Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu tokoh pahlawan yang terkenal menjadi bagian dari Tiga Serangkai bersama Douwes Dekker dan bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Lalu, bagaimana perjalanan hidup Cipto Mangunkusumo hingga menjadi pahlawan nasional? Ini profil Cipto Mangunkusumo.

RelatedPosts

Selamat ke Prabowo-Gibran, Agung Suprio: Indonesia Emas Segera Terwujud

Cinta Tanah Air, Musisi Andreas Djumanto Bakal Kembangkan Olahraga Menembak di Asia

Kualitas Penyiaran Baik Indonesia Emas 2045 Terwujud

Profil Cipto Mangunkusumo
Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang lahir di Pecangaan Jepara, Jawa Tengah pada 4 Maret 1886. Cipto Mangunkusumo sendiri terkenal karena dirinya merupakan salah satu tokoh yang vokal mengkritik segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Hindia Belanda lewat tulisan-tulisannya di koran, terutama dalam hal bidang politik dan bidang pendidikan.

Saat masih muda, Cipto Mangunkusumo sudah memperlihatkan kepribadian yang dianggap dewasa, jujur, kritis, dan berpikiran tajam oleh teman-teman serta gurunya saat masih mengenyam pendidikan di STOVIA.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di STOVIA, Cipto Mangunkusumo menjadi seorang jurnalis pada surat kabar harian kolonial De Locomotief, dan menuliskan berbagai kritiknya mengenai diskirminasi yang dirasakannya saat masih mengenyam pendidikan di STOVIA karena bukan bagian dari keluarga kolonial dan pejabat.

Tak hanya sampai di situ, Cipto Mangunkusumo juga seringkali melemparkan kritik keras kepada pemerintah Hindia Belanda karena kondisi masyarakat Indonesia yang menderita karena banyaknya pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah setempat sebagai bentuk kolonialisme pada zaman tersebut.

Dikenal Menjadi Salah Satu Sosok Tiga Serangkai
Cipto Mangunkusumo bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara terus dengan vokal menentang dan mengkritik segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Hindia Belanda dengan berbagai cara baik itu lewat media surat kabar, ataupun lewat manuver-manuver politiknya. Mereka dikenal dengan sebutan “Tiga Serangkai”.

Salah satu manuver politik yang dilakukan oleh Cipto Mangunkusumo bersama Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara adalah dengan membentuk Indische Partij yang pada saat itu merupakan partai politik pertama yang mencetuskan ide untuk memiliki pemerintahan di tangan masyarakat sendiri dan bukan di tangan penjajah.

Mengenal Profil Douwes Dekker, Tokoh Kebangkitan Nasional Berdarah Belanda
Cipto Mangunkusumo juga pernah menjadi ketua Bumiputera dan menginisiasi untuk mengumpulkan dana agar bisa mengirim pesan kepada Ratu Wilhelmina untuk meminta pembatalan pembentukan parlemen serta mencabut semua pembatasan-pembatasan kegiatan politik bagi masyarakat di Indonesia.

Selain itu, Cipto Mangunkusumo bersama Suwardi Suryaningrat juga mengeluarkan selebaran yang menyatakan bahwa perayaan kemerdekaan Belanda dengan menggunakan uang dan tenaga rakyat Indonesia adalah bagian dari bentuk penghinaan pemerintah Belanda terhadap masyarakat Indonesia.

Dalam rangka melanjutkan kegiatan tersebut, Cipto Mangunkusumo menerbitkan sebuah artikel yang mengajak rakyat secara bersama-sama memboikot perayaan hari kemerdekaan Belanda di Indonesia.

Berbagai kritikan keras yang dilontarkannya lewat surat kabar harian De Locomotief mengenai pemerintah Hindia Belanda, membuat dirinya diasingkan Belanda karena dianggap sebagai provokator dan memiliki pengaruh besar terhadap kesadaran masyarakat pada masa itu.

Setelah menyelesaikan masa pengasingannya di Belanda, pada tahun 1917, Cipto Mangunkusumo kembali pulang ke tanah air untuk melanjutkan perjuangannya dalam menyadarkan masyarakat agar mau keluar dari kelamnya penjajahan dan kolonialisme, hingga dia meninggal dunia pada tahun 1943.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Hari Kebangkitan NasionalStovia
Previous Post

Pertemuan Prabowo dengan SBY di Pacitan Tertutup

Next Post

MUI Tolak Konser Coldplay, Ini Alasannya

Ruang Politik

Next Post
MUI Tolak Konser Coldplay/Repro

MUI Tolak Konser Coldplay, Ini Alasannya

Recommended

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

3 hari ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

3 hari ago

Trending

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

3 hari ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive