RUANGPOLITIK.COM — Kandidat duet bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden (cawapres) Erick Thohir di pemilihan presiden (pilpres) 2024 memang sarat akan dukungan dari masyarakat.
Pengamat Politik Saikhu Baghowi juga menjelaskan duet Ganjar – Erick lebih potensial untuk diusung oleh PDI Perjuangan di kontestasi demokrasi mendatang dibandingkan dengan kader internal.
Setiap parpol yang menang dalam pilpres selalu berkoalisi dengan partai lain dan mengusung kandidat pemimpin selanjutnya berdasarkan kesepakatan bersama.
“Sejarah membuktikan tidak success story di pilpres yang hanya mengusung kader internal. Ganjar Pranowo – Puan Maharani adalah kader internal PDI Perjuangan sedangan Ganjar Pranowo – Erick Thohir bisa membuat PDI Perjuangan untuk berkoalisi dengan partai lain,” terang Saikhu kepada wartawan, Minggu (12/2/2023).
Di samping itu, menakar dari hasil survei beberapa lembaga di Indonesia, duet Ganjar – Erick memiliki elektabilitas yang lebih tinggi dari pasangan Ganjar – Puan. Di mana berdasarkan hasil survei Algoritma menyebutkan pasangan Ganjar – Erick memiliki elektabilitas sebesar 34,5 persen.
Sedangkan dari lembaga INES, Ganjar – Puan elektabilitas hanya mencapai 21,6 persen. Kemudian lembaga Indo Riset mengungkapkan Ganjar – Erick memiliki elektabilitas sebesar 37,5 persen.
Di lembaga survei Median duet antara Ganjar – Puan hanya memiliki elektabilitas 16,5 persen. Head to head terlihat jelas di lembaga Poltracking Indonesia yang mengungkapkan elektabilitas Ganjar – Puan 26,4 persen dan pasangan Ganjar – Erick 33,1 persen.
“Dari survei beberapa lembaga yang saya sebutkan tadi memang kelihatan pasangan Ganjar – Erick lebih mengungguli dibandingkan dengan pasangan Ganjar – Puan,” pungkas Saikhu.
Akademisi Jawa Tengah (Jateng) Prof Mudhofir Abdullah menyatakan kandidat bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden (cawapres) Erick Thohir merupakan pemimpin kompeten untuk memajukan Indonesia.
Ia menilai baik Ganjar maupun Erick merupakan pemimpin yang sarat akan pengalaman dan ideal jika dipasangkan di pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang.
“Pak Ganjar dan Pak Erick Thohir adalah pemimpin yang luar biasa dan saling melengkapi. Yang satu lama di bidang politik, yang satu lama di bidang ekonomi. Pemimpin untuk kemajuan Indonesia ke depannya,” tutur Prof Mudhofir dalam keterangannya, Rabu (8/2/2023).
Seperti diketahui, pengalaman Ganjar dalam kepemimpinan sangat panjang. Ia berhasil memimpin Jateng selama dua periode hingga saat ini.
Terbukti, selama kepemimpinan Ganjar angka kemiskinan di Jateng berhasil menurun hampir menyentuh angka lima persen. Penurunan ini berhasil dilakukan lantaran dilakukan dengan menggalakkan berbagai program pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Ia juga gencar memberdayakan masyarakat melalui UMKM di berbagai daerah di Jateng. Sedangkan Erick Thohir sudah terbukti sebagai profesional yang saat ini berkecimpung di dalam pemerintahan.
Rekam jejaknya di dalam pemerintahan sarat akan keberhasilan bahkan dijuluki sebagai menteri terbaik dan andalannya Presiden Jokowi. Erick Thohir juga gencar menggagas dan menggalakkan program yang pro terhadap perekonomian masyarakat.
Di mana program-program tersebut di antaranya adalah Mekaar, KUR, Makmur, Rumah BUMN, Santripreneur, Solusi Nelayan dan Sembrani Fund. Maka dari itu, Prof Mudhofir yang merupakan akademisi Jateng ini melihat Ganjar dan Erick Thohir adalah pasangan serasi untuk memimpin Indonesia selanjutnya.
“Pasangan Bapak Ganjar Pranowo dan Bapak Erick Thohir adalah pemimpin yang bisa mempersatukan negara dan memajukan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)