• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
02 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Mengenal Tradisi Melepas Burung Saat Imlek

by Ruang Politik
in Kilas Update
453 29
0
Tradisi Melepas Burung Saat Imlek/Ilustrasi

Tradisi Melepas Burung Saat Imlek/Ilustrasi

515
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jumlah burung yang dilepaskan berbeda-beda. Jika yang dilepaskan burung merpati, umumnya yang dilepas sepasang.

RUANGPOLITIK.COM —Tradisi melepas hewan ke alam bebas atau fang sheng biasa dilakukan warga Tionghoa saat perayaan Imlek. Ritual ini biasa dilakukan setelah melaksanakan sembahyang.

Di Indonesia, hewan yang biasa dilepas adalah burung.

RelatedPosts

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Ritual tersebut juga tampak dilakukan di Wihara Dharma Bakti, Jakarta Barat, pada Minggu, 22 Januari 2023. Sejumlah orang tampak membawa kotak berisi burung-burung pipit yang kemudian diterbangkan ke alam bebas.

Mereka yang melakukannya, meyakini ritual melepas burung ke alam bebas dapat membuang hal-hal negatif dan mendatangkan keberkahan. Salah satunya Yulianti Candra.

“Makhluk hidup itu sangat penting, kita bisa menciptakan karma yang baik jika menyayangi seluruh makhluk hidup,” ujarnya kepada awak media.

“Itu bagus untuk diri kita, seperti kesialan dan hal-hal negatif bisa terbang jauh. Burung-burung yang bebas hingga bisa berkelana dan keberuntungan akan balik ke kita,” ujar Vivi, pengunjung lainnya.

Jumlah burung yang dilepaskan berbeda-beda. Jika yang dilepaskan burung merpati, umumnya yang dilepas sepasang.

Sedangkan untuk burung pipit, jumlahnya harus sesuai rentang usia sejumlah anggota keluarga yang diwakilkan. Biasanya, burung pipit yang dilepaskan harus berjumlah genap, minimum 50 ekor.

Bahkan, akan lebih baik lagi saat ditemukan angka delapan yang menempel di sayap-sayap pipit itu. Diyakini penganutnya, angka delapan menyimbolkan kebaikan yang tiada henti kepada umat dan keluarganya.

Melansir Sixthtone, fang sheng merupakan ritual tradisional yang membebaskan makhluk hidup, baik berupa burung-burung maupun kura-kura.

Dengan melakukan ritual fang sheng, masyarakat Tionghoa percaya akan dapat menghasilkan pahala spritual.

Hanya saja, di China, ritual fang sheng sudah dibatasi lantaran dinilai memicu pasar gelap yang lebih berbahaya dari kebaikan melepas satwa-satwa itu.

Pedagang Untung
Ritual fang sheng juga mendatangkan keuntungan bagi para pedagang burung. Penjualan mereka naik dibandingkan hari-hari biasa.

“(Penjualan) Rame, sih. Soalnya pas kemarin (tahun lalu) ada Covid-19 juga, kan. Tahun ini sudah (Covid-19) sudah selesai, jadi lebih ramai,” sebut Beni, salah satu pedagang.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Samidi, pedagang lainnya. “Kalau tahun lalu habis 3.000 (ekor burung), kalau sekarang 5.000 (ekor burung) kayaknya habis,” tuturnya.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: ImlekTahun Kelinci Air
Previous Post

Sejarah Libur dan Cuti Bersama Tahun Baru Imlek

Next Post

Roundup: Diduga Lecehkan Wanita Lebanon Saat Umrah, WNI Asal Sulsel Divonis 2 Tahun Penjara

Ruang Politik

Next Post
Ilustrasi Ka'bah di Makkah, Arab Saudi /Pixabay

Roundup: Diduga Lecehkan Wanita Lebanon Saat Umrah, WNI Asal Sulsel Divonis 2 Tahun Penjara

Recommended

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

13 jam ago
Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

1 hari ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

2 hari ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

2 hari ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive