• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
19 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Bharada E: Saya Anggota, Tidak Mampu Menolak Perintah Jenderal

by Ruang Politik
in Kilas Update
445 4
0
Bharada E/Ist

Bharada E/Ist

480
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya pada Yoshua, serta ucapan bela sungkawa bagi keluarga korban

RUANGPOLITIK.COM –Richard Eliezer alias Bharada E telah menyelesaikan sidang pembacaan surat dakwaan pada Selasa, 18 Oktober 2022.

Berlokasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) memasuki hari kedua.

RelatedPosts

Walikota Zulmaeta Tinjau Pusat Pasar Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Matangkan Persiapan Sholat Idul Fitri

DPC PPP Kota Payakumbuh Gelar Konsolidasi dan Buka Bersama Serta Berbagi Tali Asih

Usai merampungkan sidangnya, saat hendak meninggalkan ruang sidang, Bharada E menyempatkan diri bicara di hadapan awak media.

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya pada Yoshua, serta ucapan bela sungkawa bagi keluarga korban.

Dengan suara bergetar, Bharada E juga memanjatkan doa bagi mendiang Yoshua, supaya almarhum diterima di sisi Tuhan.

“Saya berdoa semoga Bang Yos diterima di sisi Tuhan Yesus Kristus, dan untuk keluarga almarhum Bang Yos, Bapak, Ibu, Reza, serta seluruh keluarga besar Bang Yos saya mohon maaf, semoga permohonan maaf saya ini dapat diterima oleh pihak keluarga,” ujarnya.

“Tuhan Yesus selalu memberikan penghiburan buat keluarga almarhum Bang Yos,” ucap Bharada E lagi.

Selain penyesalan teramat, Eliezer juga mengatakan bahwa sebagaimana Yoshua, posisi dia sama terhimpitnya saat peristiwa terjadi.

Di bawah tekanan kuasa Sambo, dia mengaku merasa tak punya banyak pilihan selain patuh pada perintah atasan.

“Saya sangat menyesal. Saya sangat menyesali perbuatan saya, namun saya ingin menyatakan bahwa saya hanyalah seorang anggota kelompok yang tidak memiliki kemampuan untuk menolak permintaan dari seorang jenderal,” ucap dia.

Tak ikuti jejak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E tidak mengajukan eksepsi atau bantahan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Terkait isi dakwaan dalam peristiwa yang menewaskan Brigadir J itu, pihak Bharada E melalui kuasa hukumnya menyebutkan bahwa jaksa sudah cermat.

“Ada beberapa catatan kami penasihat hukum di sini dakwaannya sudah cermat tepat. Kami putuskan untuk tidak ajukan eksepsi,” kata kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy.

Ronny menambahkan pada Hakim Ketua, pihaknya memohon agar pengadilan menghadirkan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf untuk jadi saksi di sidang lanjutan.

Namun, hakim memutuskan untuk mendahulukan kesaksian keluarga dan relasi korban, mulai dari keluarga inti, hingga tim kuasa hukum Yoshua, yang totalnya berjumlah 16 orang.

Dengan tidak adanya eksepsi dari Bharada E, hakim lantas memutuskan untuk menutup sidang dan melanjutkannya, Senin (25/10/2022) mendatang.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: PN Jakarta SelatanRuang PolitikSidang Sambo Cs
Previous Post

Bharada E Tak Ajukan Eksepsi di Sidang Pembunuhan Brigadir J

Next Post

Puan atau Ganjar, Pengamat: Lebih Baik Pasangkan Ganjar-Puan

Ruang Politik

Next Post
Puan atau Ganjar, Pengamat: Lebih Baik Pasangkan Ganjar-Puan

Puan atau Ganjar, Pengamat: Lebih Baik Pasangkan Ganjar-Puan

Recommended

Walikota Zulmaeta Tinjau Pusat Pasar Payakumbuh

Walikota Zulmaeta Tinjau Pusat Pasar Payakumbuh

7 jam ago
Pemko Payakumbuh Matangkan Persiapan Sholat Idul Fitri

Pemko Payakumbuh Matangkan Persiapan Sholat Idul Fitri

7 jam ago

Trending

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

7 hari ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

23 jam ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

7 hari ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

23 jam ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive