Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Round Up

Megawati: Manipulasi Hukum Kembali Terjadi Akibat Praktik Kekuasaan Abaikan Kebenaran

by Ruang Politik
in Round Up
439 9
0
Ilustrasi Hukum/Ist

Ilustrasi Hukum/Ist

479
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan, meski Anwar Usman telah dicopot dari jabatan, banyak gelombang kritik yang mempertanyakan mengapa putusannya terkait batas usia capres-cawapres masih sah dan dijadikan rujukan.

RUANGPOLITIK.COM – Megawati memberikan komentarnya terkait pro-kontra MK tersebut. Dia menilai bahwa hukum Indonesia belakangan penuh manipulasi oleh tangan-tangan kuasa yang ditunggangi kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut menyoroti polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berbuntut pemecatan Anwar Usman dari jabatan Ketua MK.

RelatedPosts

DPR RI 2024, Siapa Saja Petahana PDIP Terancam Gagal Lolos?

Hak Angket Pernah Dilakukan di Indonesia?

Cawapres Termiskin, Cak Imin, Gibran, atau Mahfud MD?

Belakangan, meski Anwar Usman telah dicopot dari jabatan, banyak gelombang kritik yang mempertanyakan mengapa putusannya terkait batas usia capres-cawapres masih sah dan dijadikan rujukan.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman/Ist
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman/Ist

Pasalnya, jika Anwar Usman terbukti melanggar etik saat membuat putusan, maka putusan seyogianya ikut patah. Sebagai konteks, putusan tersebut meloloskan Gibran Rakabuming untuk diusung maju sebagai cawapres, meski masih berusia 36 tahun.

Mulanya, ia mengapresiasi putusan Majelis Kehormatan MK (MKMK) yang telah memutuskan semua hakim terlibat melakukan pelanggaran etik hakim MK, terkait dengan putusan nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah syarat usia capres-cawapres.

Hakim Konstitusi Arief Hidayat usai sidang tertutup dengan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) di Gedung II MK, Jakarta, Selasa (31/10/2023)./Ist
Hakim Konstitusi Arief Hidayat usai sidang tertutup dengan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) di Gedung II MK, Jakarta, Selasa (31/10/2023)./Ist

Dia mengatakan bahwa putusan MKMK yang demikian bagai cahaya dalam kegelapan. Dia lalu melanjutkan pujian itu dengan menceritakan proses pembentukan MK sebagai salah satu hasil reformasi.

Megawati mengaku menyaksikan sendiri sulitnya proses tersebut, hingga rakyat berkorban banyak. Sebut saja peristiwa Trisakti, peristiwa Semanggi, peristiwa Kudatuli hingga para aktivis yang diculik demi terciptanya reformasi.

Megawati Soekarnoputri & Mahfud MD/RuPol
Megawati Soekarnoputri & Mahfud MD/RuPol

Untuk itu, Megawati meminta semua pihak agar tak mudah lupa, bahwa reformasi hadir dengan tertatih-tatih, untuk menciptakan aturan yang bersih dan bebas dari nepotisme, kolusi dan korupsi.

Setelah itu, baru lah Megawati menyinggung soal apa yang terjadi di MK akhir-akhir ini. Dia mengatakan apa yang terjadi di MK sebagai manipulasi hukum.

“Apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini telah menyadarkan kita semua bahwa berbagai manipulasi hukum kembali terjadi,” ucap Megawati, melalui akun YouTube PDI Perjuangan, dilihat Minggu, 12 November 2023.

“Itu semua akibat praktik kekuasaan yang telah mengabaikan kebenaran hakiki, politik atas dasar nurani,” ujarnya lagi.

Sejatinya, Megawati tak secara eksplisit menjelaskan detail apa yang dia maksud sebagai manipulasi hukum. Ia hanya mengatakan bahwa kecurangan itu terjadi akibat praktik kekuasaan.

Megawati lantas meminta semua pihak agar tidak takut bersuara. Dia menegaskan, bangsa Indonesia merupakan bangsa pejuang, termasuk dalam mempertahankan demokrasi.

“Mari kita kawal Pemilu 2024 dengan nurani dan sepenuh hati,” tandasnya.

Tags: Megawati SoekarnoputriMKMKMK
Previous Post

Soal Konflik Kepemilikan Lahan Hotel Sultan, Negara Wajib Lindungi Rakyat

Next Post

Pemilu 2024, PSI: Saatnya yang Muda Memimpin

Ruang Politik

Next Post
Rizka Putri Abner. /Instagram/@putriabner

Pemilu 2024, PSI: Saatnya yang Muda Memimpin

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

4 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election