• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
27 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

CSIIS Kritik Beasiswa MORA-LPDP, Minta Dikaji Ulang dan Adanya Transparansi

by Rupol
in Kilas Update
464 10
0
Pertemuan para mahasiswa penerima beasiswa MORA 5000 Doktor Kemenag-LPDP dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (RI) di Sydney, Australia Vedi Kurnia Buana, Jumat (28/10/2022).

Pertemuan para mahasiswa penerima beasiswa MORA 5000 Doktor Kemenag-LPDP dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (RI) di Sydney, Australia Vedi Kurnia Buana, Jumat (28/10/2022).

507
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Informasi mengenai macetnya beasiswa MORA 5000 Doktor-LPDP dari Kementerian Agama di Australia yang sudah sembilan bulan ini sangat memprihatinkan. Pasalnya 80 orang yang mengikuti program ini nasibnya terkatung-katung saat berada di Austalia. Perwakilan penerima beasiswa, Imam Malik Riduan mengungkapkan Kementerian Agama sebagai pemberi beasiswa belum mentransfer komponen-komponen beasiswa seperti tunjangan hidup bulanan, uang SPP (Tuition fee).

“Kami benar-benar dalam kondisi sulit dua tahun terakhir ini, pada tahun 2021 agenda riset kami berantakan karena pandemik yang melanda, untuk itu tahun ini kami terpaksa harus kuliah dengan cara part-time, kuliah sambal bekerja, karena pemerintah belum mentransfer biaya hidup, sementara biaya hidup dan akomodasi di Australia melangit karena krisis global”, ujar Malik pada wartawan Jumat (28/10/2022).

RelatedPosts

Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

Gerak Cepat Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Merespons Dampak Bencana Hidrometeorologi

Wawako Payakumbuh Sampaikan Agar ASN Pemko Payakumbuh Jangan Puas Diri Meski Meraih Predikat Tertinggi Dari Ombudsman RI

Menyikapi hal ini Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Sholeh Basyari atau yang biasa dipanggil Gus Sholeh mengkritik agar program beasiswa ini dikaji ulang yang dilakukan langsung oleh Kementrian Agama.

“Menag idealnya meninjau ulang skema beasiswa Mora-LPDP ini. Hal ini penting agar sistem budget scholarship tidak tumpang tindih. Secara teknis, peninjauan ulang bisa dilakukan dengan mengembalikan program ini kepada induknya yakni: LPDP,” tegasnya.

Dan Gus Sholeh juga meminta agar DPR segera meminta klarifikasi kepada LPDP kenapa pemberian beasiswa ini macet. Yang dinilai sangat merugikan 80 orang yang mengikuti program ini. Ia meminta agar DPR mengambil sikap tegas perihal ini.

“Ketua komisi x DPR RI harus meminta klarifikasi kepada direktur LPDP (lembaga pengelola dana pendidikan) Kemenkeu. Yg lebih penting lagi,harus ada klarifikasi kenapa hanya di Australia beasiswa ngadat?” tegasnya.

Untuk itu Direktur Eksekutif CSISS ini meminta agra pemberian beasiswa ini dikaji ulang, termasuk negara yang diajak kerjasama yakni Australia, seperti apa program kerjasama yang dijalin selama ini. Dan meminta agar adanya transparansi didalam manajemen pemberian beasiswa ini, baik penyelenggara maupun penerima beasiswa. Karena sangat penting mempertanyakan kembali apa yang sudah diberikan oleh kandidat Doktoral ini bagi keimuan.

“Secara akademik, kerjasama model ini dengan Australia harus diperketat. Bukan saja agar semua transparan dan terukur, lebih dari itu juga untuk evaluasi fair tidaknya penerima beasiswa. Juga apa sumbangan alumni beasiswa ini khususnya pada pengembangan keilmuan Islam di Indonesia?” ucap Gus Sholeh dengan kritis.

Sebelumnya diketahui, Malik kandidat doktor dari School of Social Sciences, Western Sydney University mengungkapkan harus bekerja 7 jam per hari sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah agar bisa bertahan hidup di Australia.

“Saya harus pindah-pindah tempat tinggal, cari orang lagi lagi pulang kampung biar saya bisa dapat sewa murah,” ujar Malik. “Lalu dengan kesibukan-kesibukan itu kapan kami bisa analisis data dan menulis.”

Malik yang juga Dosen Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, mengatakan mahasiswa penerima beasiswa Mora 5000 Doktor sebelumnya telah berusaha melakukan komunikasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama sebagai pihak pengelola.

Diktis kemudian mengirimkan surat penjelasan kepada pihak kampus bahwa keterlambatan pembayaran SPP kepada universitas di Australia terjadi karena perubahan manajemen pengelola beasiswa.

“Hanya saja, surat itu dikirimkan pada kampus yang minta saja. Ada juga kampus yang tidak nagih, mahasiswa kena warning, visa mau dicabut,” ujar Malik.

Koordinator awardee MORA 5000 Doktor-LPDP di Australia, Roko Patria Jati mengatakan telah memulai komunikasi sejak Maret 2022 dengan mengirimkan surat permintaan klarifikasi mengenai kelanjutan beasiswa kepada Direktur Diktis. Komunikasi lewat rapat virtual dengan Kementerian Agama dan LPDP pun telah dilakukan beberapa kali.

Menurut Roko, tujuan aksi mendatangi perwakilan pemerintah Indonesia di Australia adalah untuk meminta Duta Besar Indonesia menyampaikan pesan mahasiswa kepada Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Aksi ini dilakukan karena mereka merasa keterlambatan proses pencairan sudah tidak wajar, sementara komunikasi dengan para pihak sudah dilakukan puluhan kali, termasuk dengan Kementerian Agama dan LPDP,” ujar kandidat doktor di Western Sydney University itu.

Sementara menurut Malik, aksi mendatangi perwakilan pemerintah di Australia ditujukan kepada pemerintah Republik Indonesia dalam skala yang lebih luas, bukan hanya untuk pengelola program saat ini saja. Pasalnya persoalan beasiswa terlambat telah terjadi sebelumnya dan tidak kunjung ada perbaikan yang berarti.

“Birokrasi kita ini bermasalah, niat mendongkrak SDM dengan memberi beasiswa ini sangat mulia, akan tetapi tanpa dibarengi dengan tata kelola yang baik serta pengelola yang cakap, selain menelantarkan anak bangsa juga mempermalukan tanah air,” kata Malik.

Editor: Ivo Yasmiati

Previous Post

Koalisi Perubahan Deklarasi 10 November, PKS Belum Sepakat?

Next Post

Hensat Sindir KPK, Kasus Kardus Duren Jangan Sampai Menjadi Sanderaan Politik

Rupol

Next Post
Hensat Sindir KPK, Kasus Kardus Duren Jangan Sampai Menjadi Sanderaan Politik

Hensat Sindir KPK, Kasus Kardus Duren Jangan Sampai Menjadi Sanderaan Politik

Recommended

Pengalihan Nomor Tak Kunjung Tuntas Sejak 2022, Konsumen Pertanyakan Profesionalitas Gerai Indosat

Pengalihan Nomor Tak Kunjung Tuntas Sejak 2022, Konsumen Pertanyakan Profesionalitas Gerai Indosat

2 hari ago
Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

2 hari ago

Trending

UKPBJ Raih Penghargaan ITKP, Pemko Payakumbuh Kembali Mencatat  Capaian Positif Tingkat Provinsi Sumbar

UKPBJ Raih Penghargaan ITKP, Pemko Payakumbuh Kembali Mencatat Capaian Positif Tingkat Provinsi Sumbar

4 hari ago
Maju Sebagai Calon Ketua KONI Payakumbuh Fitrayanto Komitmen Membawa Dunia Olahraga  Kearah Positif

Maju Sebagai Calon Ketua KONI Payakumbuh Fitrayanto Komitmen Membawa Dunia Olahraga  Kearah Positif

6 hari ago

Popular

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

2 minggu ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

4 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

4 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive