RUANGPOLITIK.COM — Proses seleksi pengisian jabatan Direktur Umum Perusahaan Air Minum Tirta Sago (Pamtigo) Kota Payakumbuh periode 2024- 2028 menghebohkan Payakumbuh. Setelah terungkap dugaan jual beli jabatan Dirut Pamtigo Payakumbuh melalui makelar.
Panitia Seleksi pengisian jabatan Dirut Pamtigo itu diketuai Elzadaswarman, yang juga Assisten II Setda Kota Payakumbuh membahtah ada jual beli jabatan tersebut. “Tidak ada itu,” ujarnya, Minggu (31/12/23).
Seperti dikabarkan sebelumnya, proses seleksi Pansel terhadap 5 orang berkompetisi yakni, Eka Susyenti (Plt Dirum Pamtigo), Desi Kurniati (Ibu Rumah Tangga), Yosefinal (Peternak), Media Purnama (ASN Pemkab 50 Kota), serta Deddi Rinaldi (Konsultan di Padang) memasuki tahapan seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Publik mencium aroma tak sedap, yang dilakoni kaki tangan Pansel hingga wawancara terakhir dengan PJ Walikota Payakumbuh.
Sejumlah peserta juga mengungkap kegalauan terhadap proses yang tidak fair tersebut. Desy Kurniati mengaku tidak senang kabar tersebut. Ia berpendapat mestinya anak nagari Kota Payakumbuh yang ikut andil untuk kemajuan Perumdanya sendiri.
“Saya setuju harusnya anak nagari Kota Payakumbuh yang ikut andil untuk kemajuan perumdanya sendiri hendaknya. Emang bisa dibegitukan. Pengen dipilih gitu. Trus yang mutusin milihnya kita dekati gitu. Kan sama aja transaksional namanya tu. Ikut seleksi berarti kita siap untuk menang. Kan gitu,” tegas Desi.
Santer dikabarkan hasil 3 peserta seleksi yang bakal dipilih sebagai Direktur Umum Pamtigo Kota Payakumbuh periode 2024- 2028 itu terlihat sinyal yakni Media Purnama, ASN di Pemkab 50 Kota, konon disebut- sebut direkomendasi petinggi parta kepada PJ Walikota agar menduduki jabat Direktur Umum Pamtigo Kota Payakumbuh, periode 2024-2028.
PJ Walikota, Jasman, dikutip dari berita kabasumbar.net disebutkan telah menerima dana partisipasi senilai Rp200 juta katanya titipan petinggi partai tersebut, kendati péngumuman pemenangnya sesuai jadwal pelaksanaan seleksi, Minggu ketiga Desember 2024, namun hingga detik PJ Walikota tampak ”gamang “, mengumumkan siapa pemenangnya.
Sementara para makelar dalam seleksi Pengisian Jabatan Direktur Umum Pamtigo tersebut itu seperti dikabarkan sebelumnya santer beredar isu disebut- sebut PJ Wako Jasman, memakai kaki tangan dengan inisial BV dan BC.
Mereka disebut pernah mendekati Yosefinal, peserta agar lulus Uji Seleksi Kelayakan dan Kepatutan. Kemudian meminta Komitmen Yosefinal bila ingin lolos ke tiga besar, demikian ungkap sumber.
“Karena jasa Komitmen yang dimintakan BV dan BC, katanya terjadi disebuah warung kopi di pusat kota Payakumbuh, tidak dipenuhi, akhirnya Yosefinal gagal masuk pada Seleksi Kelayakan dan Kepatutan (SKK),” ujar sumber yang menyaksikan aksi dua oknum kaki tangan Jasman tersebut.
Yosefinal sendiri memang mengakui hal tersebut. Ia mengatakan benar seperti yang diberitakan sebelumnya.
Kemudian tiga peserta Seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan yang direkomendasi tim Pansel yang bakal melaksanakan seleksi akhir berupa wawancara oleh PJ Walikota, yakni Desi Kurniati (Ibu Rumah Tangga ), konon direkomendasi Ketua DPD PDI P Sumbar, Eka Susyenti (Plt Dirum Pamtigo), disebut-sebut direkomendasi Dirut PAMTIGO, yang berhasil didekati dua oknum kaki tangan PJ Wako agar diplot sebagai Dirum Pamtigo santer berhasil raup dana partisipasi senilai 50 juta itu
“Sepertinya dipaksa gigit jari dan gagal menduduki jabatan Direktur Umum pada Perusahaan Air Minum Tirta Sago Kota Payakumbuh,” kata Yosefinal.
Eka belum tampak masih enggan memberikan tanggapan terhadap hal tersebut. Hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dari Eka.
Mengutip dari berita sebelumnya mengacu jadwal pelaksanaan seleksi penetapan siapa calon pejabat Direktur Umum Pamtigo oleh Pansel, seyogyanya Minggu ke tiga Desember 2023, namun hingga berita ini dipublikasikan belum diumumkan.
Menurut beberapa sumber PJ Wako Jasman, kendati santer beredar Media Purnama, ASN Pemkab Limapuluh Kota pemenang yang bakal mengisi jabatan Direktur Umum Pamtigo, periode 2024-2028, karena selain disebutkan adalah titipan petinggi partai juga dituduhkan telah menyerahkan dana partisipasi senilai Rp200 juta,” ujar beberapa sumber kepada kabasumbar.net seperti dikabarkan sebelumnya.
Sementara itu Pj Wali Kota, Jazman Rizal menegaskan tidak melakukan hal itu. Ia mengatakan tindakan tersebut tidak bermoral.
“Saya tidak pernah jual belikan jabatan dan tidak pernah ngutus siapapun juga untuk nego-nego jabatan dan tidak pernah Terima duit sepeserpun untuk jabatan apapun.
Bahkan siapa orang-orang yang lolos 5 besar dan 3 besar pun saya tidak kenal,” tegasnya.
Lanjut Jazman mengatakan tidak pernah ada menyuruh orang atau siapapun untuk melakukan transaksi ataupun negosiasi dalam bentuk apapun. Semua proses dilakukan secara transparan oleh tim pansel.
“Dan saya berani bersumpah untuk itu
Saya tidak pernah menerima dalam bentuk apapun dari siapapun terkait janji-janji untuk mengangkat seseorang dalam jabatan apapun. Bagi saya itu adalah tindakan yang sangat tidak bermoral kalau mengangkat seseorang dikaitkan dengan adanya praktek jual beli jabatan. Saya pastikan saya tidak ada berbuat seperti itu,” tegasnya lagi.(Timrp)
Editor: Syafri Ario
(Rupol)