• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
31 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Dedi Kurnia: Kekuatan Koalisi Perubahan Diuntungkan karena Kontra Kekuasaan

by Rupol
in Kilas Update
443 4
0
478
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Meski berbagai isu mengguncang terbentuknya Koalisi Perubahan, namun tiga partai yang bergabung dalam satu nakhoda ini yakni NasDem, Demokrat dan PKS tak surut. Kekuatan kubu koalisi ini tak bisa dipandang enteng, apalagi keyakinan Surya Paloh dianggap langkah berani dalam mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024.

Koalisi Perubahan ditenggarai akan menjadi batu sandungan besar bagi PDI-Perjuangan untuk mempertahankan kemenangan tiga kali di pilpres. Menurut Dedi Kurnia Syah, pengamat politik dan Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) saat dhubungi RuPol, Selasa (16/11) mengatakan koalisi ini sangat berbeda, karena berani mengambil warna berbeda sebagai kubu kontra kekuasaan.

RelatedPosts

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan Dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

“Koalisi ini berbeda karena sejak saat ini Anies yang akan diusung sudah mewakili kontra kekuasaan, sementara pengusungnya adalah Nasdem yang mitra kekuasaan, sehingga ini menarik karena kelompok kontra kekuasaan mendapat tambahan mitra dari koalisi pemerintah, artinya koalisi ini bisa lakukan klaim sebagai simbol akhir anomali politik yang libatkan konflik,” jelas Dedi.

Sehingga menurut Dedi, akan berdampak pada materi propaganda koalisi ini jauh lebih banyak dari koalisi yang lain.

“PDIP misalnya akan menjadi musuh bersama, lalu Gerindra bisa dianggap partai yang tidak setia pada pemilihnya di 2019, sementara Golkar mungkin lebih baik karena memang konsisten berada di pemerintahan,” ungkapnya.

Sementara itu, isu korupsi dalam analisa Dedi tak menjadi hal yang utama. Karena itu, untuk mengembalikan trust public, rakyat tidak akan digiring ke arah ini. Soal korupsi, ini bukan tuduhan istimewa mengingat semua partai miliki isu yang sama, sehingga titik berangkatnya akan setara.

“Kepercayaan yang akan dibangun oleh koalisi ini bisa saja perubahan, mulai dari Anies yang memang baru dalam konstelasi nasional, bukan kader partai, hingga isu oposisi yang disematkan pada Demokrat dan PKS,” jelas Dedi.

Karena itu, Dedi menilai rakyat akan lebih mudah menerima jika koalisi ini terbentuk, akan lebih mudah mendapat sambutan dibanding koalisi yang lain. Sementara itu, menilik dominasi Surya Paloh tentunya juga akan bentrok dengan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sama-sama memiliki power dominan.

Sehingga berlanjutnya koalisi ini, menurut Dedi bergantung dari pembicaraan lanjutan, Nasdem mungkin akan dominan soal Capres, tapi tidak dalam proses perencanaan hingga penentuan keputusan,

“Mengingat di Demokrat ada SBY yang dituakan, bahkan oleh Surya Paloh sekalipun, peluang terjadi kesetaraan bisa saja muncul di akhir diskusi penentuan Bacawapres,” pungkasnya. (IY)

Editor: Ivo Yasmiati

Previous Post

Anies Bicara Peluang Gibran Maju Pilgub DKI 2024

Next Post

Demokrat Akui Ditawari Menteri, Asal Tinggalkan Anies

Rupol

Next Post
Demokrat: Jangan Maksa Jadi Capres Kalau Elektabilitas Rendah

Demokrat Akui Ditawari Menteri, Asal Tinggalkan Anies

Recommended

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

27 menit ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

18 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive