Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Aktivis NU Soroti Perbedaan Sikap PBNU Terhadap Kasus Muhaimin dan Maming

by Rupol
in Nasional
601 19
0
663
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Ketua KPK RI Firli Bahuri kemarin, yang akan membuka kembali kasus tindak pidana korupsi yang dikenal publik dengan Kardus Durian perlu mendapatkan apresiasi

RUANGPOLITIK.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mendalami lagi kasus ‘Kardus Durian’, yang sempat menyeret nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Pernyataan tersebut, langsung mendapat dukungan dari PBNU yang ikut mendorong KPK, agar kasus tersebut dapat dituntaskan sampai selesai.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Wakil Sekjen PBNU Imron Rosyadi, bahkan memberikan apresiasi terhadap KPK, karena telah membuka lagi kasus tersebut.

“Pernyataan Ketua KPK RI Firli Bahuri kemarin, yang akan membuka kembali kasus tindak pidana korupsi yang dikenal publik dengan Kardus Durian perlu mendapatkan apresiasi,” ujarnya kepada wartawan setelah pernyataan Ketua KPK itu, Jumat (28/10/22).

Aktivis dan juga cendekiawan NU Dr Sholeh Basyari, mengaku kaget dengan gerak cepat pengurus PBNU dalam memberikan apresiasi.
Hal ini menjadi kontraproduktif, jika dibandingkan dengan sikap ketika Bendahara Umum (Bendum) PBNU Mardani Maming juga tersangkut kasus korupsi.

“Cepat sekali pernyataannya keluar, seakan-akan (PBNU) mendukung pemberantasan korupsi oleh KPK. Sementara pada kasus Mardani Maming mereka pasif, bahkan cenderung terkesan seperti melindungi,” ujar Sholeh melalui keterangan tertulis kepada RuPol, Sabtu (29/10/2022).

Perbedaan sikap PBNU dalam menyikapi kasus yang menyeret nama Muhaimin Iskandar dengan Mardani Maming itu, membuat munculnya aroma politis di tubuh PBNU.

Hal ini juga berbanding terbalik dengan pernyataan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, yang berkali-kali menegaskan akan membawa NU menjauh dari politik.

“Pernyataan itu seperti memberi legitimasi kepada KPK, bahwa PBNU mendukung pengungkapan kasus itu. Iya, kita semua mendukung KPK sebagai instrumen hukum untuk mendalami lagi kasus itu. Tapi kenapa pada pada kasus Maming, PBNU tidak proaktif seperti itu? Harusnya dari awal sudah mendukung dan nonaktifkan Maming dari Bendum PBNU. Itu jika memang betul-betul konsen pada pemberantasan korupsi,” sambung Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) itu.

Posisi Muhaimin Iskandar sebagai Ketum PKB, tidak bisa lepas dari NU. PKB merupakan partai yang lahir dari rahim NU dan menjadi perpanjangan tangan aspirasi NU di parlemen.

“Jadi jangan hanya untuk memperjuangkan aspirasi, PKB dipakai. Tapi di luar itu, PKB seakan-akan berada di luar rumah. Cak Imin itu NU Kultural, tidak ada yang berani membantah itu,” tegasnya.

Baca juga:

Terkait-kasus-kardus-duren-aktivis-nu-kpk-jangan-terjebak-dinamika-politik/

Sebagai informasi, Bendum PBNU Mardani Maming, sebelumnya dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK, dalam kasus suap izin tambang di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Sepanjang berbulan-bulan perjalanan kasus tersebut, posisi Maming tetap dipertahankan sebagai Bendum PBNU.

Untuk kasus yang menyeret nama Ketum PKB Muhaimin Iskandar, adalah kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT) di Papua pada 2011.

Dalam kasus ini 2 orang pejabat teras di Kementerian Tenaga Kerja dan 1 orang pihak swasta menjadi tersangka.

Kasus itu terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, yang sempat mengamankan uang sebesar Rp 1,5 milyar dalam kardus durian. Pengakuan pihak swasta yang memberi suap, uang itu untuk Muhaimin Iskandar yang waktu itu menjabat Menteri Tenaga Kerja.

“Kita mendukung upaya KPK mendalami lagi kasus itu, cuma kita berharap KPK jangan terjebak dinamika politik. Karena kasus ini sudah lebih 10 tahun dan setiap akan gelaran pemilu, kasusnya kembali mengapung. Jangan sampai kasus ini jadi alat tawar atau bargaining politik dukung mendukung,” pungkas Sholeh. (ASY)

Editor: Syafri Ario

(Rupol) 

Tags: Aktivis NU Soroti Perbedaan Sikap PBNU Terhadap Kasus Muhaimin dan Maming
Previous Post

Elektabilitas Prabowo Anjlok Tajam, Anies Naik

Next Post

Hanya Menjalankan Perintah, AKBP Dody Prawiranegara Cs Ajukan “Justice Collaborator”

Rupol

Next Post
Hanya Menjalankan Perintah, AKBP Dody Prawiranegara Cs Ajukan “Justice Collaborator”

Hanya Menjalankan Perintah, AKBP Dody Prawiranegara Cs Ajukan "Justice Collaborator"

Recommended

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

15 jam ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

20 jam ago

Trending

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election