RUANGPOLITIK.COM-Sepekan ini, Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi, mulai dari keluarnya asap tebal hingga lahar berpijar terlempar dari kawah.
Saat ini, GAK berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:
Masyarakat tidak diizinkan mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.
Erupsi ini terekam di seismogram BMKG dengan amplitudo maksimum 42 mm dan durasi ± 30 detik.
Jumat (17/6/2022), pukul 00:42 WIB, GAK mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (sekitar 657 m dari atas permukaan laut (DPL).
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 62 mm dan durasi sekitar 53 detik.
Sebelumnya, Rabu (15/6/2022), pukul 21.19 WIB, abu setinggi sekitar 300 m dari atas puncak atau 457 m DPL. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.
Rabu (8/6/2022), pukul 13.04 WIB, GAK mengeluarkan abu setinggi kurang lebih 500 meter atau sekitar 657 DPL. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 1 menit 15 detik. (Her)
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)