RUANGPOLITIK.COM – Momen kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir ke Kabupaten Majalengka mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat. Ribuan masyarakat menunggu kedatangan Erick yang sekaligus ‘pulang ka kampung’ tersebut.
Tidak hanya masyarakat, berbagai kelompok relawan yang mendukung Erick Thohir pada Pilpres 2024, juga ikut menyambut kedatangannya.
Terlihat ada relawan yang bernama Balad Erick, Imoet, GET One dan beberapa kelompok lainnya.
Salah satu kelompok yang terlihat selalu hadir dalam setiap kunjungan Erick Thohir itu adalah Gerakan Transformasi Indonesia (GET One).
Sebelumnya kelompok ini juga terlihat berpartispasi pada kunjungan Erick di Lampung, Banten dan kegiatan Erick bersama para keluarga korban reformasi 98 di Jakarta.
“Kami memang sudah terbentuk di 22 propinsi dan insya Allah dalam satu atau dua bulan ke depan sudah terbentuk di seluruh Indonesia,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) GET One Mhd Perismon, saat berbincang dengan RuPol di salah satu hotel Majalengka, Jumat (13/5/2022) malam.
Mhd Perismon menjelaskan, kehadiran mereka pada setiap daerah kunjungan Erick Thohir tersebut, adalah bentuk dukungan penuh dari GET One.
“Komunitas ini kan terbentuk karena terinspirasi dari visi transformasi, gagasan dan pemikiran Erick Thohir. Dan transformasi itu salah satunya sudah diterapkan di BUMN. Hasilnya bisa kita lihat sendiri, saat ini BUMN mendapatkan laba lebih dari 90 trilyun,” sambungnya.
“Jadi itulah yang kami dukung, visi transformasi Pak Erick itu. Harapannya virus transformasi itu bisa menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi inspirasi untuk Indonesia yang lebih baik ke depan,” terangnya lagi.
Namun walau selalu terlihat selalu ada pada setiap momen Erick Thohir, Mhd Perismon mengaku tidak mendapatkan fasilitas apapun dari Erick apalagi Kementerian BUMN.
“Haha.. Tidak ada itu. Boleh cek kemana saja, kami tidak mendapatkan fasilitas apapun baik dari Pak Erick sendiri, apalagi dari BUMN. Kita bergerak sendiri dan teman-teman di daerah yang banyak memfasilitasi. Semua terpikat dengan sosok Erick Thohir yang merupakan role model kepemimpinan nasional masa depan,” paparnya.
Berita terkait:
Pulang Kampung ke Majalengka, Erick Thohir Diteriaki Presiden
Jangan Kaitkan Politik, Erick Thohir Beri Bantuan Rumah Kepada Korban Aktivis 98
Erick Thohir: Program PNM Mekaar, Sukses Ciptakan 40 Ribu Ibupreneur di Palopo
Erick Thohir Dinilai Sangat Menginspirasi Kaum Muda

GET One Konsolidasi Jawa Barat
Pada kesempatan tersebut, sekaligus merupakan ajang konsolidasi bagi pengurus GET One dari Koordinator Nasional (Kornas) dengan seluruh pengurus Dewan Koordinator Wilayah (DKW) Propinsi Jawa Barat.
Dengan didampingi oleh Ketua DKW GET One Jawa Barat Eka Hagusta dan Sekretaris DKW Shodiqin Nursa, serta juga Ketua DKW DKI Jakarta Sujasmir Hamid dan Ketua DKW Banten Aris Munandar yang juga berkesempatan hadir, Mhd Perismon meminta kepada semua pengurus di daerah untuk semakin aktif dan selalu berdiri bersama masyarakat.
“Saat ini banyak program-program dari Kementerian BUMN untuk masyarakat, baik UMKM, para milenial dan yang saat ini lagi booming adalah untuk ibu-ibu yang berjiwa pengusaha, namanya mekaar. Kita harus memastikan semua program itu berjalan baik dan sukses. Karena itulah sebenarnya misi utama dari GET One, menyebarkan dan memastikan visi transformasi Pak Erick Thohir itu bisa membuat masyarakat lebih sejahtera,” terang Perismon.
Untuk itu, kepada seluruh pengurus di daerah, Mhd Perismon menugaskan untuk lebih aktif mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan program-program tersebut.
“Pak Erick sudah memikirkan dengan matang dan mencarikan solusi untuk bangsa ini, khususnya mengenai perbaikan ekonomi. Sebagai Menteri BUMN, maka beliau berusaha membuat sebuah terobosan dengan program-program tersebut. Dan ini belum ada pada menteri-menteri sebelumnya,” pungkasnya.
Saat ini GET One sudah terbentuk di 22 propinsi. dan sedang gencar-gencarnya pembentukan untuk wilayah kabupaten dan kota. Targetnya pada akhir bulan Juni mendatang sudah terbentuk di 34 propinsi dan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. (ASY)
Editor: Asiyah Lestari
(RuPol)